Daerah

JOIN Minta Penegak Hukum, Pemerintah dan Masyarakat Bedakan Media Siber dan Media Sosial

WANUA-SULSEL.COM, MAKASSAR –Dewan Pimpinan Wilayah Pengurus Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Sulsel mengharapkan warga dan aparat hukum dapat membedakan posisi media siber dan media sosial berkaitan hoax dan kesan negatif lainnya.

Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi mengatakan jika saat ini ada tudingan jika media siber dinilai sebagai penyebar hoax. Padahal, kata ahli dari Dewan Pers di Sulsel ini, prosedural kerja pada media siber diatur secara ketat baik prasyarat pendirian maupun pedoman pemberitaan.

“Aparat hukum dan pemerintahan serta warga harus dapat membedakan media siber yang menghasilkan dan menyiarkan karya jurnalistik dengan media sosial yang tak memiliki landasan pijakan hukum yang dapat dijerat UU ITE,” jelas Rifai.

Lebih jauh dijelaskan mantan Wakil Ketua PWI Sulsel ini, prosedural penyelesaian sengketa pemberitaan media siber sangat jelas domain dewan pers sementara hoax pada media sosial bukan karya jurnalik dan dapat dijerat UU ITE maupun hukum positif.

” Jadi jangan salah kaprah,” kuncinya.

 

*Tim JOIN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top